RSS

RANCANGAN PENELITIAN KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI

30 Jul

Image

1. Latar Belakang Masalah

Karya sastra adalah sebuah cerminan dari kehidupan nyata yang diciptakan berdasarkan hasil ekspresi pikiran, perasaan, ide, dan pengalaman yang dimiliki oleh si pengarang. Hal ini sejalan dengan pendapat Suharianto (1982:4) yang menyatakan bahwa karya sastra adalah pengungkapan hidup dan kehidupan yang dipadu dengan imajinasi dan kreasi pengarang serta dukungan pengalaman dan pengamatan atas kehidupan.

Karya sastra lahir bertujuan untuk menghibur atau menyenangkan dan bermanfaat bagi penikmat sastra. Menyenangkan artinya memberikan kesenangan yang positif yang mampu memperkaya rohani, sedangkan bermanfaat adalah mampu menjadikan manusia lebih arif atau bijaksana dalam menghadapi kehidupan.

Umumnya terdapat tiga jenis karya sastra, yaitu puisi, prosa, dan drama. Karya sastra prosa dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu novel, cerpen, roman, biografi, kritik sastra, dan lainya. Sebagai salah satu bentuk karya sastra prosa fiksi adalah novel. Novel merupakan hasil imajinasi pengarangya. Dalam novel, seorang pengarang dapat menuangkan kehidupan tokoh dari segi jasmani, rohani, dan kejiwaan sesuai dengan keinginan pengarang.

Ada beberapa unsur pembangun novel yang menentukan jalan cerita, salah satu unsurnya adalah tokoh dan penokohan yang di dalamnya termasuk perwatakan dan karakter tokoh. Dalam hal ini Semi (1993:83) menyatakan bahwa pembaca akan mengetahui gambaran watak dan falsafat hidup tokohnya melalui karakter yang ada. Karakter yang berbeda-beda dari setiap tokoh itulah yang akan mempengaruhi jalan ceritanya. Semi (1993:34) juga menyatakan bahwa tokoh merupakan ide sentral dari awal sampai akhir suatu cerita. Selanjutnya, Tarigan (1984:149) mengemukakan bahwa untuk menampilkan tokoh dalam suatu cerita, cara yang paling baik adalah melalui tindakan-tindakan. Dikatakan juga oleh Suharianto (1982:31) bahwa melaui penokohan itulah pembaca dapat dengan jelas menangkap wujud manusia dari kehidupanya yang diceritakan pengarang.

Tokoh dalam sebuah novel merupakan hal yang sangat penting, karena melalui tokoh lah cerita bermula, berjalan, dan juga berakhir. Alur perjalanan sebuah cerita tidak lepas dari adanya tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. Semakin menarik tokoh dalam suatu cerita, maka akan menarik pula lah cerita tersebut.

Tokoh-tokoh yang unik dan menarik dapat dilihat contohnya dalam novel Pulang kaya Leila S. Chudori. Dalam novel tersebut diceritakan tentang Dimas Suryo, beserta teman-temannya yang mengalami pergolakan, tidak hanya fisiknya saja, tetapi juga batinnya. Hal tersebut diakrenakan Dimas Suryo dan teman-temannya adalah seorang eksil politik Indonesia yang terlibat dalam peristiwa bersejarah 30 September 1965, sehingga mereka diasingkan ke negeri lain, dan tidak bisa kembali ke Indonesia. Bila mereka tetap memaksa untuk kembali, mereka akan ditangkap dan ditahan oleh pemerintah Indonesia. Hal tersebut juga akan membahayakan keluarga mereka yang masih ada dan sedang bersembunyi di Indonesia. Di sisi lain,kawan-kawan Dimas yang juga terlibat dalam peristiwa 30 September tersebut dan masih berada di Indonesia sudah ditangkap-tangkapi oleh pemerintah satu per satu dan tidak ada kabarnya lagi. Perang batin pun selalu berkecamuk dalam diri Dimas Suryo dan teman-temannya. Mereka harus menumpang tinggal di negeri orang entah sampai kapan, sementara kondisi negerinya sendiri masih berkecamuk. Dimas dan teman-temannya menetap dan tinggal di Paris, Prancis. Mereka menetap, hidup, dan berkeluarga di Paris hingga suatu ketika Lintang Utara, putri Dimas Suryo dari pernikahannya dengan Vivienne Deveraux, seorang wanita Prancis, mencoba mencari jati dirinya. Segala macam pertanyaan berkecamuk dalam hati dan pikirannya. Lintang seorang keturunan Prancis-Indonesia, tapi ia tidak tahu tentang Indonesia sama sekali. Lintang ingin sekali mengunjungi tanah kelahiran ayahnya, Indonesia, tapi tidak bisa, karena ada peraturan yang melarang itu.

Novel Pulang karya Leila S. Chudori merupakan novel yang menarik untuk membahas tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Pergolakan yang terjadi dalam hati, pikiran, hingga kondisi sosial tokoh-tokoh dalam novel tersebut bercampur baur menajdi satu kesatuan yang kompleks. Keunikan karakter tokoh-tokoh dalam dalam novel Pulang inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti lebih lanjut novel tersebut. Selain itu konflik tokoh yang terdapat dalam novel ini Pulang tersebut berbeda dari kebanyakan novel-novel lain. Hal tersebut juga menjadi faktor yang membuat peneliti ingin membahas novel tersebut lebih dalam lagi.

2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori?
  2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi  karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori?
  3. Apa saja dampak yang dihasilkan dari karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori?

3. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori.
  2. Mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi  karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori.
  1. Mengungkapkan dampak yang dihasilkan dari karakter tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori

4. Landasan Teori

1. Teori Penokohan Menurut Nurgiyantoro

Istilah tokoh merujuk pada orangnya, pelaku cerita. Watak, perwatakan, dan karakter menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh seperti yang ditafsirkan oleh pembaca, lebih menunjuk pada kualitas pribadi seorang tokoh. Seperti yang dikatakan Jones dalam Nurgiyantoro (2007:165) penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang digambarkan dalam cerita.

Stanton dalam Nurgiyantoro (2007:165) mengemukakan bahwa penggunaan istilah “karakter” (character) sendiri dalam berbagai literatur bahasa Inggris menyarankan pada dua pengertian yang berbeda, yaitu sebagai tokoh-tokoh cerita yang ditampilkan dan sebagai sikap, ketrtarikan, keinginan emosi, dan prinsip moral yang dimiliki oleh tokoh-tokoh tersebut.

Untuk kasus kepribadian seorang tokoh, pemaknaan dapat dilakukan berdasarkan kata-kata (verbal) dan tingkah laku (non-verbal). Pembedaan antara tokoh yang satu dengan yang lain lebih ditentukan oleh kualitas pribadi daripada dilihat secara fisik.

2. Teori Karakterisasi Melalui Penampilan Tokoh

Menurut Albertine Minderop (2005:10) dalam kehidupan sehari-hari kita kerap kali terkecoh oleh penampilan seseorang, bahkan tertipu oleh penampilan seseorang. Demikian pula dalam suatu karya sastra, faktor penampilan para tokoh memegang peranan penting sehubungan telaah karakterisasi. Penampilan tokoh yang dimaksud misalnya pakaian apa yang dikenakannya atau bagaimana ekspresinya.

Rincian penampilan memperlihatkan kepada pembaca tentang usia, kondisi fisik, atau kesehatan, dan tingkat kesejahteraan si tokoh.  Sesungguhnya perwatakan tokoh melalui penampilan tidak dapat disangkal, terkait pula kondisi psikologis tokoh dalam cerita rekaan.

3. Teori Strukturalisme

Strukturalisme adalah studi tentang bagaimana mengapresiasikan sastra yang lebih menitikberatkan pada pendekatan objektif. Sastra bersifat otonom yang artinya sebuah karya sastra dapat memberikan makna pada unsur-unsurnya sendiri (Waluyo, 1990:109). Analisis struktural terhadap karya sastra merupakan suatu sistem kerja analisis untuk membongkar dan memaparkan secara cermat teliti, detai, dan sedalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua unsur dan aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh.

Analisis struktural merupakan prioritas utama sebelum diterapkannya analisis yang lain tanpa analisis struktural tersebut kebulatan makna intrinsik yang dapat digali dari karya tersebut tidak dapat ditangkap. Makna unsur-unsur arya sastra hanya dapat ditangkap dipahami sepenuhnya atas daar pemahaman tempat dan fungsi unsur itu di dalam keseluruhan karya sastra (A. Teeuw, 1982:16).

4. Pendekatan Psikologi Sastra

Psikologi sastra adalah suatu disiplin yang mengandung suatu karya satra yang memuat peristiwa kehidupan manusia yang diperankan oleh tokoh-tokoh yang imajiner yang ada di dalam atau mungkin diperankan oleh tokoh-tokoh faktual. Hal ini merangsang untuk mengetahui lebih jauh tentang seluk beluk manusia yang beraneka ragam (Sangidu, 2004: 30).

Tujuan psikologi sastra adalah untuk memeahami aspek-aspek kejiwaan yang terkandung dalam karya sastra. Penelitian psikologi sastra yang dilakukan dengan dua cara. Cara yang pertama melalui pemahaman teori-teori psikologi kemudian diadakan analisis terhadap karya sastra. Kedua dengan terlebih dahulu menentukan sebuah karya sastra sebagai objek penelitian kemudian ditentukan teori – teori psikologi yang dianggap rekaan untuk melakukan.

5. Teori Kepribadian Sigmund Freud

Teori kepribadian yang diungkapkan oleh Sigmund Freud terkenal dengan nama psikoanalisis. Dalam teori ini, kepribadian dipandang sebagai sebuah struktur yang terdiri dari tiga struktur atau sistem, yaitu Id, Ego dan Superego. Koswara (1991: 32-340) menjelaskan tingkah laku manusia tidak lain merupakan produk interaksi antara id, ego, dan superego. Id dalam istilah Freud (Das es) adalah sistem kepribadian yang paling dasar yang di dalamnya terdapat naluri – naluri bawah. Id bertindak sebagai penyedia atau penyalur energi yang dibutuhkan oleh sistem – sistem tersebut untuk operasi-operasi atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Ego (dalam istilah Freud Das Ich) adalah sistem yang bertindak sebagai pengarah individu kepada dunia objek dari kenyataan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan (The Reality Principle) ego terbentuk dari diferensial dari id karena kontaknya dengan dunia nyata. Ego memainkan peran dengan melibatkan fungsi psikologis yang tinggi , yakni fungsi kognitif dan intelektual. Tugas ego adalah mempertahankan kepribadian dan menjalin penyesuaian dengan dunia luar. Superego (dalam istilah Freud Das Uber Ich) adalah sistem kepribadian yang berisi nilai dan aturan yang sifatnya evaluatif. Superego merupakan hasil proses internalisasi sejauh larangan dan perintah yang tadinya asing (bagi sujekdianggap berasal dari subjek itu sendiri).

5. Objek Penelitian

Objek peneletian ini adalah novel Pulang karya Leila S. Chudori yang di terbitkan pada tahun 2012 oleh penerbit KPG, Jakarta, dengan tebal 460 halaman.

6. Simpulan

7. Saran

1. Saran kepada pembaca karya sastra

Novel Pulang karya Leila S. Chudori ini merupakan novel yang syarat akan informasi dan nilai-nilai sosial. Para pembaca karya sastra sebaiknya membaca novel ini untuk menambah wawasan.

2. Saran kepada peneliti lain

Untuk peneliti lain, penelitian ini hanya membahas tentang karakter tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Jadi, masih banyak bahasan yang dapat diteliti dalam novel ini. Peneliti lain sebaiknya terus meningkatkan penelitian secara lebih mendalam.

DAFTAR PUSTAKA

Koswara, Endra. 1991. Teori – Teori Kepribadian. Bandung: Gresco

Nurgiyantoro, Burhan. 1994. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada

Semi, Atar. 1993. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya

Suharianto, S. 1982. Dasar-Dasar Teori Sastra. Surakarta: Widyaduta

Tarigan, Henry Guntur. 1984. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa

Teeuw, A. 1982. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya

 
Leave a comment

Posted by on July 30, 2013 in Research

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: