RSS

Menyeberang

28 Sep

Image

Sudah dua puluh tahun lebih aku menyeberangi jalan raya besar ini. Jalanan ini selalu diisi dengan berbagai macam kendaraan yang berlalu-lalang tanpa jenuh. Motor, mobil, sepeda, becak, bajaj, truk, traktor, bul dozer, mobil umum, mobil barang, mobil jenazah, mobil baru, mobil bekas, mobil dempulan, dan ragam kendaraan lainnya yang melintasi darat. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Jalan raya ini tak pernah sepi, selalu ada saja kendaraan yang melintas dan selalu ada juga orang-orang yang menyeberang. Sudah terlalu banyak peristiwa dan kejadian yang terekam oleh mata ini selama peristiwa penyeberangan berlangsung.  Banyak orang berpendapat bahwa menyeberang merupakanperistiwa yang biasa saja. Ya, memang menyeberang adalah peristiwa yang biasa, bahkan sangat biasa. Tapi, tahukah kalian bahwa menyeberang dapat menentukan nasib seseorang?

Aku menyeberangi jalan raya ini sudah dari dulu sekali, sejak aku SD. Bahkan ketika aku bersekolah di SMP dan SMA pun aku harus menyeberangi jalan raya ini lagi. Begitu juga ketika aku berkuliah di perguruan tinggi, hingga kini aku bekerja sekarang. Setelah kuperhatikan dengan seksama, ternyata sudah banyak perubahan yang terjadi di jalan raya ini. Meski perubahan-perubahan tersebut dilakukan sedikit demi sedikit, sehingga orang-orang tidak menyadarinya. Dan ketika mereka tersadar, ternyata sudah jauh berubah. Semua berawal dari hal yang kecil dan sederhana. Mula-mula dibuatlah pohon-pohon kecil di setiap pembatas jalan, kemudian didirikan pula jam yang besar untuk mengingatkan waktu, papan-papan iklan, hingga berbagai bendera partai politik yang kadang berkibar kadang diam saja. Namun ada satu hal yang tak pernah berubah di jalan raya ini pada setiap akhir tahun, selalu ada proses pengecatan  trotoar dan zebra cross. Entah apa maksudnya dari pengecatan itu, apakah untuk memperindah jalan karena ingin menyambut tahun baru, apakah untuk memperjelas warna yang telah mulai pudar, atau hanya untuk menghabiskan anggaran pemerintah saja, entahlah.

Rutinitas menyeberang tidak hanya terjadi padaku saja, tapi juga untuk keluargaku, tetangga-tetanggaku, dan untuk semua penduduk yang merasa perlu untuk menyeberang. Kami semua hidup dari menyeberangi jalan raya ini. Semua berawal dari langkah-langkah yang kami jejaki. Langkah-langkah itulah yang kelak akan membawa kami mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Karena pada dasarnya hidup perlu melangkah. Untuk bisa hidup, kita haruslah berani mengambil langkah. Berani menjejakkan langkah di tempat-tempat yang baru.

Urusan seberang menyeberang bagiku bukanlah masalah yang sepele. Sudah dua kali aku kena cium motor ketika sedang menyberang. Yang pertama aku dapatkan ketika aku masih kelas tiga SD. Saat itu aku dan ibuku telah selesai belanja dari supermarket yang ada di seberang jalan raya. Saking asyiknya karena aku baru dibelikan pistol-pistolan oleh ibuku, aku ingin cepat-cepat sampai rumah agar dapat memainkan pistol-pistolan tersebut dengan leluasa. Tanpa tengok kiri kanan, aku langsung saja tancap gas berlari menyeberangi jalan, dan hasilnya? sebuah motor vespa klasik berhasil menciumku. Selepas kejadian itu, aku sangat bersyukur karena yang menabrakku hanyalah sebuah vespa, hingga aku masih bisa bernafas sampai saat ini. Coba bayangkan kalau yang menabrakku itu bis umum atau truk, mungkin tamatlah sudah riwayatku ini.

Selepas kejadian itu, ibuku selalu mewanti-wanti agar aku menyeberang dengan hati-hati dan penuh kesabaran. Sementara, ciumanku yang kedua aku dapatkan dua tahun setelahnya bersama motor bebek tua yang pengendaranya adalah orang tua juga. Peristiwa itu terjadi pada siang hari yang terik saat aku pulang sekolah, aku sudah seperti terdampar di padang pasir. Namun sebisa mungkin, aku harus fokus pada perjalanan pulangku ini agar selamat sampai di seberang jalan sana. Siang itu kendaraan cukup ramai, mobil-mobil berjalan dengan pelan karena memang sedang terjadi kemacetan. Dengan tenang aku melangkah di sela-sela mobil yang besar-besar itu. Namun tanpa diduga ada sebuah motor yang sedang mengebut ditengah sela-sela tersebut. Aku tak menyadarinya karena tertutupi oleh barisan mobil-mobil. Tanpa menunggu lama blamm!!! Terjadilah ciumanku yang kedua. Untunglah di dekat situ ada pangkalan ojek yang abang-abangnya selalu setia memakai jaket tebal setiap hari, tak pandang apakah hari itu panas atau dingin, mereka tetap setia, akhirnya aku langsung dibopong oleh segerombolan tukang ojek ke tempat urut terdekat, dan ayahku yang kebetulan sedang tidak bekerja langsung menjumpaiku di sana setelah mendapat kabar dari salah satu tetangga. Akibat dua peristiwa kecelakaan tersebut, aku memiliki bakat yang unik, yang tak semua orang dapat memilikinya, kini jempol kaki dan tangan kiriku bisa diputar ke berbagai arah. Sepertinya tulangku ada yang bergeser.

Kata siapa menyeberang itu mudah? Menyeberang juga memerlukan keahlian khusus. Ketelitian, kewaspadaan, serta konsentrasi seseorang juga harus berada di tingkat yang paling tinggi ketika sedang menyeberang. Sudah banyak kejadian menghebohkan yang dialami oleh orang-orang ketika sedang menyeberang.

Baru-baru ini, tepatnya tiga hari yang lalu, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ada seorang wanita muda yang tewas akibat tertabrak bis. Waktu itu hari masih pagi, aku sedang menunggu bis yang biasa mengantarku ke tempat kerja. Lalu aku melihat ada seorang wanita muda yang sedang menyeberang sambil membawa telepon genggam dan headset menggantung di telinganya. Aku menduga bahwa wanita itu adalah seorang mahasiswi yang hendak pergi ke kampus. Mungkin ia memiliki kuliah pagi. Pandangannya tak pernah lepas dari telepon genggamnya, seolah-olah ia baru saja menemukan secercah peta harta karun dari dalamnya. Harus kuakui, parasnya memang cukup menarik, badannya langsing, kulitnya putih, dan matanya berkilauan cahaya. Ya, seperti gambaran anak muda masa kini. Namun nahas, nasibnya tak beruntung, seketika seluruh keindahan itu lenyap ketika mendapat sambaran dari sebuah bis kota yang melaju seperti tak punya dosa.

Mungkin karena wanita muda tersebut terlalu asyik dengan dunianya sendiri, dia sampai lupa bahwa di dunia nyata saat itu, dia sedang menyeberang jalan. Wanita muda itu mendapatkan pendarahan yang hebat di bagian kepala. Beberapa orang warga langsung berteriak-teriak sambil bergegas mengerubunginya. Dan seperti masyarakat Indonesia pada umumnya, para warga tersebut bukannya langsung menolong wanita itu, eh malah sibuk mengeroyok si sopir bis kotatersebut. Sepertinya banyak juga masyarakat Indonesia yang bercita-cita menjadi hakim tapi tak kesampaian, hingga akhirnya mereka main hakim sendiri dengan kebijakannya masing-masing.

“eh, sopir setan!turun lo! Liat tuh yang lo kerjain!” teriak salah seorang warga.

“ii… iiiya bang, ampun bang. Saya bakal tanggung jawab,” si sopir hanya bisa gemetaran dan pasrah.

“kampret lo nyetir ugal-ugalan!”

“udah hajar aja!Bakar bisnya!” teriak warga lainnya.

Sebenarnya aku ingin sekali menolong wanita dan sopir tersebut. Tapi apa daya, bis yang sudah lama kunanti baru saja tiba. Aku tidak ingin ikut tersambar juga pagi ini. Tersambar oleh ocehan bos karena datang terlambat. Tapi aku yakin bahwa akan ada orang yang akan membantu wanita itu. Meski negeri ini orang-orangnya sudah banyak yang amburadul, banyak yang semaunya sendiri, aku percaya bahwa masih ada orang-orang yang peduli terhadap sesama.Seburuk apapun suatu bangsa, pasti masih ada orang baiknya. Meski itu hanya sedikit. Eh benar saja, tak lama bis beranjak dari halte, sudah ada polisi yang datang ke TKP.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, aku selalu terpikir akan kejadian wanita tersebut. Ternyata dunia memang sudah banyak berubah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, orang-orang kini terlihat sangat egois. Mereka selalu sibuk dengan dunianya sendiri, sibuk dengan berbagai gadget mereka, hingga mereka lupa dengan keadaan di sekitarnya. Wanita muda itulah salah satunya. Menyeberang merupakan hal yang rumit bukan? Aku tidak bisa menentukan siapa yang salah dari kejadian itu. Tapi yang jelas, sebagai manusia, haruslah kita mengetahui peran kita masing-masing. Kalau sedang menyeberang, ya harus fokus untuk menyeberang. Jangan sibuk dengan dunia sendiri. Padahal sudah banyak orang yang masih mengalami kecelakaan ketika sudah fokus dalam menyeberang. Lah ini, pakai acara main telepon genggam dan ketawa-ketiwi segala. Apa lagi di zaman sekarang ini kendaraan-kendaraan sudah semakin bertambah banyak dan orang-orangnya pun sudah bertambah gila semua. Semuanya ingin buru-buru sampai di tempat tujuan. Sopir-sopir bis kota pun tak ketinggalan menjadi edan. Mereka menyupir seolah-olah mereka adalah raja jalanan. Hanya ada mereka dan jalan raya saja di dunia ini. Tak perlu pedulikan yang lainnya. Kalau ingin merasakan naik roller coaster, tak perlu jauh-jauh datang ke taman hiburan, naik saja bis kota, nanti juga akan kau rasakan sensasinya.

Menyeberang bukan hanya tentang kecelakaan saja, ada juga sisi lainnya. Ternyata menyeberang juga dapat digunakan sebagai peluang usaha. Sering aku melihat banyak orang mencari nafkah dari menyeberang. Ada yang mengamen, berjualan, meminta-minta, bahkan mengojek payung ketika musim hujan tiba. Rupanya bangsa Indonesia ini sangat ahli dalam memanfaatkan peluang. Peluang usaha sekecil apapun pasti bisa dimanfaatkan. Mungkin masyarakat telah banyak membaca buku-buku motivasi dan kiat sukses yang sering dipajang-pajang di toko buku.

Pernah pula suatu kali aku melihat ada sepasang muda-mudi yang sedang menyeberang. Tapi tiba-tiba si laki-laki langsung menghentikan langkahnya di tengah-tengah jalan raya, kemudian memandang si perempuan yang digandengnya, dan akhirnya berteriak keras sekali, “oh Astria, mau kah kau menjadi pacarku? Aku gak akan beranjak dari tempat ini kalau kamu gak menerimaku,” ditanya seperti itu di tengah jalan membuat si perempuan kaget dan sempat terdiam beberapa detik, sampai akhirnya ada bunyi-bunyi klakson yang menyadarkan diamnya. Tanpa pikir panjang si wanita langsung mengatakan dengan suara yamg lantang, “ya, aku mau,” lalu menarik laki-laki itu menjauh dari jalan raya.

Ada-ada saja yang dibuat oleh anak muda zaman sekarang. Entah apa yang dipikirkan oleh pemuda itu. Dasar bocah edan!!! Tapi mungkin cara itu bisa aku tiru untuk mendapatkan jodoh. Di zaman edan seperti sekarang memang banyak orang yang sudah menjadi edan juga. Menyeberang saja bisa menghasilkan sesuatu yang edan. Seperti yang sudah kubilang sebelumnya, menyeberang dapat menentukan nasib seseorang. Dan jangan lupa perhatikan setiap langkah dalam menyeberang dan di dalam hidup.Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di langkah berikutnya.

 
Leave a comment

Posted by on September 28, 2013 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: